Sejarah Singkat GKI Agape Wosi

GKI Agape Wosi, yang sebelumnya bernama GKI Adonia Wosi, merupakan salah satu jemaat hasil pemekaran dari GKI Sion Sanggeng, khususnya di wilayah pelayanan Rayon VIII yang meliputi daerah Wosi sampai Sowi I.

Pemekaran jemaat ditetapkan melalui Surat Penetapan Majelis Jemaat GKI Sion Sanggeng Nomor 03/A-6.a.8/G-13/IV/2013. Sebagai awal perjalanan pelayanan, pada 4 April 2013 dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan gereja di Jalan Trikora, Wosi (Kamp Makasar).

Peletakan batu pertama dilakukan oleh Pdt. Alberth Yoku, S.Th selaku Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, bersama Drs. Ishak Halatu (mewakili Gubernur Papua Barat), Dr. Bastian Salabay, M.Th selaku Bupati Manokwari, Pdt. S. Bisay, S.Th selaku Ketua Klasis Manokwari, dan Pdt. R.J. Nandotray, S.Th selaku Ketua Majelis Jemaat GKI Sion Sanggeng.

Ibadah perdana dilaksanakan pada 10 November 2013 di Pos Pelayan Adonia Wosi dan dipimpin oleh Pdt. Frengky The, S.Th. Selanjutnya pada 12 April 2015, Badan Pekerja Klasis Manokwari menerbitkan SK Bakal Jemaat Adonia Wosi, yang kemudian ditetapkan sebagai jemaat mandiri melalui Raker II Klasis Manokwari.


Pertumbuhan Jemaat

Pada awal berdirinya tahun 2013, Jemaat GKI Adonia Wosi memiliki 110 Kepala Keluarga dengan sekitar 250 jiwa. Seiring berjalannya waktu, pelayanan terus berkembang sehingga pada tahun 2023 jumlah jemaat meningkat menjadi sekitar 225 Kepala Keluarga dengan kurang lebih 625 jiwa.


Majelis Jemaat Pertama

Majelis Jemaat pertama berjumlah 13 orang, yang merupakan kelanjutan pelayanan dari GKI Sion Sanggeng.

  • Pnt. F. Mawirampakel
  • Pnt. R.A.D. Risamasu
  • Pnt. K. Sihadi/Tulus
  • Pnt. W.L.H. Samosir
  • Pnt. A. Simatupang
  • Pnt. E. Liliefna
  • Pnt. L. Sabarofek
  • Pnt. L. Tamengge/Tumbio
  • Syamas R. Laihan/Tumbio
  • Syamas N. Kilian/Samberi
  • Syamas Buce Ngilawane
  • Syamas A. Katty/Korwa
  • Syamas O.P. Nunaki/Aidore

Pada April 2016, setelah menjadi jemaat mandiri, dilakukan peneguhan Majelis Jemaat periode pertama (2016–2021) yang berjumlah 25 orang. Selanjutnya pada periode 2022–2027 jumlah majelis bertambah menjadi 43 orang, terdiri atas 33 Penatua dan 10 Syamas.


Pelayan Firman dan Ketua Majelis Jemaat

Dalam perjalanan pelayanan, Tuhan memperlengkapi jemaat melalui beberapa pelayan firman, yaitu:

  • Pdt. Sandra Loppies, M.Mis, ditempatkan pada Juni 2016 sebagai Pelayan Firman sekaligus Ketua Majelis Jemaat.
  • Gr. Jemaat J. Kafiar, mulai melayani pada tahun 2019.
  • Pdt. Lenny M.M. Key, S.Th, mulai melayani sejak 1 Desember 2020 sebagai Pelayan Firman dan Ketua Majelis Jemaat hingga sekarang.

Periode Ketua Majelis Jemaat

  • Pnt. F. Mawirampakel (2013–2016)
  • Pdt. Sandra Loppies/Molle, M.Mis (2016–2020)
  • Pdt. Lenny M.M. Key/Matatula, S.Th (2021–2026)
  • Pdt. Kiki. F.Kayoi.S.Si.Teol (2026–Sekarang)

Perkembangan Organisasi Jemaat

Pada 13 Desember 2015 dilaksanakan pelantikan Badan Pelayan Unsur Jemaat (PKB, PW, PAM, dan PAR) oleh Pdt. M.R. Molle, S.Th.

Pelayanan sakramen mulai dilaksanakan pada tahun 2015. Baptisan Kudus pertama dilaksanakan pada 26 Desember 2015 bagi lima anak dari empat keluarga, sedangkan peneguhan Sidi pertama berlangsung pada Oktober 2016 dengan jumlah 17 anggota sidi.

Pada Mei 2016 dibentuk Badan Pekerja Pengelola Gereja (BPPG) Jemaat yang dipimpin oleh Bpk. J. Kesaulija sebagai Ketua dan Bpk. Soeko Sihadi sebagai Sekretaris.


Perluasan Pelayanan

Sejak tahun 2016 pelayanan jemaat dibagi menjadi dua rayon. Pada tahun 2024 pelayanan berkembang menjadi tiga rayon dengan koordinator:

  • Rayon 1 : Pnt. H. Huwae/Resley
  • Rayon 2 : Pnt. M. Rumsano/Warikar
  • Rayon 3 : Pnt. J. Lakafin

Pada 11 Februari 2024 dilaksanakan pemekaran pelayanan di Kampung Gedi Merah Andai dengan lahirnya Jemaat Persiapan Filadelfia. Ibadah perdana dipimpin oleh Pdt. S. Simbiak, S.Si.Teol, sedangkan pembukaan papan nama dilakukan oleh Pnt. T. Rumsayor, S.Th.

Selanjutnya pada 17 September 2024 dibentuk enam Kelompok Studi Pelayanan (KSP), yaitu:

  • KSP Phileo
  • KSP Alfa dan Omega
  • KSP Betesda
  • KSP Karmel
  • KSP Storge
  • KSP Agape

Pembangunan Gedung Gereja

Pada 5 Februari 2017 dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja baru oleh Pdt. Alberth Yoku, S.Th.

Ketua Panitia Pembangunan pertama adalah Bpk. H. Doom (2017–2019), kemudian dilanjutkan oleh Bpk. B. Ratulangi (2020–sekarang), dengan Bpk. Edong Rumising sebagai Koordinator Perencanaan dan Pembangunan.

Pembangunan gereja berlangsung secara bertahap melalui kerja sama, pengorbanan, dan dukungan seluruh warga jemaat hingga akhirnya gedung gereja yang baru dapat diselesaikan.


Perubahan Nama Menjadi GKI Agape Wosi

Momentum bersejarah terjadi pada 26 April 2026, ketika gedung gereja yang baru diresmikan. Bersamaan dengan peresmian tersebut, jemaat secara resmi mengganti nama dari GKI Adonia Wosi menjadi GKI Agape Wosi.

Nama Agape melambangkan kasih Allah yang sempurna dan tanpa syarat. Melalui nama baru ini, jemaat diharapkan terus bertumbuh dalam iman, memperkuat persekutuan, meningkatkan pelayanan, dan menjadi berkat bagi masyarakat serta memuliakan nama Tuhan.


Penutup

Sejarah GKI Agape Wosi merupakan bukti nyata penyertaan Tuhan sejak masa pemekaran pada tahun 2013 hingga menjadi jemaat yang terus bertumbuh. Setiap perkembangan yang terjadi tidak lepas dari doa, kerja keras, dan pengabdian para pendeta, penatua, syamas, pengurus unsur jemaat, panitia pembangunan, serta seluruh warga jemaat.

Kiranya sejarah ini menjadi pengingat akan kesetiaan Tuhan sepanjang perjalanan jemaat sekaligus menjadi motivasi untuk terus melayani dengan kasih, menjaga persatuan, dan menjadi terang bagi masyarakat di mana Tuhan menempatkan GKI Agape Wosi.